Hamzah Izzulhaq, Sukses Setelah Dua Kali Gagal

man-headphones

Hamzah Izzulhaq (Dok.Istimewa)

cakrawalanews.co.id - Kegagalan bukanlah hal yang harus ditakuti sehingga mengendorkan semangat untuk membangun sebuah usaha. Setidaknya, hal itu ditunjukkan oleh seorang pengusaha muda sukses yang kini berumur 21 tahun, Hamzah Izzulhaq.  
Pria kelahiran Jakarta ini telah mengasah jiwa berwirausaha sejak duduk di bangku SD. Saat kelas 5 SD, ia pernah menjual kelereng, gambaran, petasan, menjual koran, tukang parkir, hingga ojek payung.
Saat duduk di bangku kelas 1 SMA, Hamzah melakoni usaha berjualan pulsa dan buku sekolah. Ketika itu, ia berjualan pulsa dan buku-buku sekolah kepada teman-teman di SMA-nya. Uang hasil jualan buku sekolah dan pulsa pun ditabung.
Berbekal sedikit modal dari hasil penjualan pulsa dan buku sekolah ini, kemudian ia pun membuka counter pulsa. Usaha counter pulsa ini diserahkan pengelolaannya kepada teman SMP-nya. Namun, usaha ini tak berjalan langgeng dan hanya mampu berjalan tiga bulan karena merugi.
Meski merugi, hal itu tak membuat surut semangat berwirausahanya. Menduduki kelas 2 SMA, Hamzah memulai kembali usaha baru dengan membeli alat mesin pin. Ia melihat peluang di sekolahnya ketika OSIS dan pihak sekolah sering mengadakan kegiatan pentas seni dan acara sekolah yang sering membuat stiker dan pin. Namun, usahanya ini pun kembali gagal karena ia ternyata tak menguasai teknik membuat pin sehingga banyak pin yang dibuatnya gagal cetak. Bahkan, mesinnya pun akhirnya rusak.
Guna membangkitkan kembali semangat wirausahanya, Hamzah pun giat membaca buku kisah-kisah sukses para pengusaha. Tak lama kemudian, ia pun memulai usaha berjualan snack di sekolah, seperti roti, pizza, dan kue. Dari penjualan kue ini, ia bisa mengumpulkan keuntungan sebesar Rp5 juta.
Tak lama berselang, di sebuah acara seminar bisnis, Hamzah bertemu dengan mitra bisnisnya yang menawari usaha franchise bimbingan belajar (bimbel) bernama Bintang Solusi Mandiri. Saat itu, ada salah satu cabang bimbel di lokasi Johar Baru, Jakarta Pusat, yang ingin di-take over dengan harga jual sebesar Rp175 juta.
Namun, saat itu ia hanya mengantongi modal Rp5 juta. Akhirnya, Hamzah pun berinisiatif untuk meminjam modal tambahan kepada orang tuanya sebesar Rp75 juta. Sementara, kekurangan lainnya ia pastikan akan dibayar secara mencicil kepada mitra bisnisnya.
Akhirnya, dewi fortuna pun berpihak kepadanya. Usaha franchise bimbelnya pun berkembang pesat hingga bisa mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp180 juta per semester. Sukses mengelola bisnis franchise bimbelnya, ia lalu melirik bisnis lainnya, kerajinan SofaBed di area Tangerang. Kini, usaha bisnisnya telah resmi berbadan hukum dengan nama CV Hamasa Indonesia. (Redaksi)

Terpopuler

To Top