Menko PMK Pimpin Rakor Perluasan BPNT

man-headphones

CN, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Puan Maharani memimpin rapat koordinasi tingkat menteri terkait perluasan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berlangsung di Kemenko PMK RI, Jakarta, Kamis (8/11).

Rakor tingkat menteri ini dihadiri Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita, Perwakilan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN) serta para undangan lainnya.

Menko PMK Puan Maharani mengatakan Rakor tingkat menteri hari ini difokuskan pada perluasan BPNT yang telah dilaksanakan serta memastikan kesiapan perluasan tahap ke IV penyaluran BPNT. Perluasan mekanisme BPNT pada 2018 dilakukan empat kali. Tahap terakhir berlangsung pada November 2018, di 219 kota.

Menurut Puan perluasan BPNT ini sebagai transformasi Rastra ditargetkan mencapai 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tahun ini.

'BPNT telah memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan. Diharapkan, perluasan BPNT untuk 10 juta KPM berjalan dengan baik. Perlu dipersiapkan dengan baik agar Susesnas (Sosial Ekonomi Penduduk adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional) pada Maret 2019 berdampak pada penurunan angka kemiskinan lebih baik lagi," ungkapnya.

Ditempat yang sama, Menteri Sosial (Mensos) RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, rapat fokus pada peralihan penyaluran Rastra. Ditargetkan, Februari 2019 peralihan akan selesai.

Mensos mengungkapkan secara kuantitas jumlah daerah yang terkendala dengam sistem penyaluran BPNT tidak banyak. Kendala penerapan BPNT pada umumnya dialami oleh kawasan terluar.

"Kendala utama yang dihadapi dalam penyaluran BPNT terkait infrastruktur. Daerah-daerah yang belum siap diberikan kelonggaran agar menyelesaikan kendala penyaluran BPNT selama tiga bulan. Sehingga dalam tiga bulan itu semua infrastruktur, semua kendala-kendala yang ditemukan mereka di lapangan harus bisa selesai," kata Agus Gumiwang.
 

Terpopuler

To Top