Prioritas Program Kerja Kemenristekdikti

man-headphones

CN, Jakarta - Teknologi dan inovasi tepat guna yang dirasakan langsung manfaatnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas program kerja Kemenristekdikti.

Pada konferensi pers tentang Capaian 4 Tahun Kerja Pemerintahan Jokowi - Jusuf Kalla Kemenristekdikti berlangsung di Kemenristekdikti Jakarta, Jumat (26/10), Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan Sebagai negara agraris, Kemenristekdikti mendorong dan mengawal perguruan tinggi untuk melahirkan inovasi di bidang pertanian dan perkebunan. Salah satu hasil yang menonjol adalah produk inovasi padi IPB 3 S dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Benih unggulan dari IPB ini dapat meningkatkan produksi padi petani hingga rata-rata 7 ton. Benih unggulan ini telah di tanam di 65 ribu hektare lahan pertanian di 16 provinsi. Tahun 2018 produksi benih komersial seluas 44 hektare di Jawa, Sumatera, Kalimantan, NTB, dan Maluku Utara,” kata Mohamad Nasir.

Sebagai negara kepulauan, Kemenristekdikti juga menaruh perhatian bagi kesejahteraan nelayan di tanah air. Berbagai produk inovasi telah dilahirkan untuk meningkatkan perekonomian para nelayan. Salah satunya adalah Konverter Kit Motor Perahu Nelayan yang dapat menghemat bahan bakar nelayan ketika pergi melaut. Selain itu di bidang maritim juga ada inovasi Garam Pro Analisa dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Garam Pro Analisa mempunyai tingkat kemurnian 99,0% -100,5% dan biasa digunakan untuk keperluan laboratorium dan industri.

Kemenristekdikti juga telah melahirkan inovasi untuk mendukung perajin batik di tanah air. Produk Inovasi karya Institut Teknologi Bandung (ITB) Otomatisasi Mesin Batik Fotonik. Mesin Batik Fotonik digunakan sebagai substitusi sinar matahari pada proses penjemuran batik untuk aktivasi warna batik, sehingga produktivitas pengrajin batik Indonesia tidak lagi terpengaruh dengan cuaca.
 

Terpopuler

To Top