Balitbanghub Optimis Menjawab Permasalahan Startegis Dan Berkontribusi Untuk Kemajuan Kemenhub

man-headphones

CN, Jakarta - Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementrian Perhubungan (Balitbanghub) optimis mampu menjawab permasalahan-permasalahan strategis dan menjadi penyaji yang hebat untuk kemajuan Kemenhub. “Kinerja lembaga litbang Kemenhub saat ini, baik dari sisi kontribusi terhadap pemajuan iptek di bidang transportasi maupun kontribusinya terhadap pemenuhan realita kebutuhan atau penyediaan solusi bagi persoalan transportasi masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan optimasi peran Balitbanghub melalui sinergitas dengan semua pemangku kepentingan dan mendapat dukungan pembiayaan, infrastruktur penunjang yang baik,” demikian diungkapkan Kepala Balitbanghub Sugihardjo saat membuka Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Peran Balitbanghub untuk Perkembangan Transportasi Nasional digelar di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Menurut Sugihardjo yang akrab disapa Jojo,  banyak tantangan dan isu trategis yang dapat dikembangkan oleh Balitbanghub. “Diantaranya Megatren dunia 2045, di mana akan terjadi tren perubahan teknologi yang didominasi teknologi informasi dan komunikasi, termasuk pada pelayanan transportasi,” ujar Jojo.

Jojo menjelaskan, di era generasi milenial dan revolusi industri 4.0 yang dihadapi. Konektivitas, integrasi, dan kapasitas transportasi saat ini, tantangan lainnya adalah creative financing dalam pembiayaan infrastruktur. Pengembangan transportasi berkelanjutan yang mengutamakan keseimbangan ekonomi, sosial, lingkungan, dan energi. “Keselamatan dan tingkat pelayanan transportasi juga menjadi isu strategis, selanjutnya yang terakhir adalah penguatan fungsi organisasi pelaksanaan teknis penelitian dan pengembangan.” jelasnya

Jojo menambahkan bahwa, fokus penelitian bertumpu pada kajian perencanan transportasi, layanan pemecahan masalah bidang transportasi (klinik transportasi). “Selanjutnya intervensi teknologi di bidang transportasi, kajian responsif isi strategis transportasi, dan database transportasi,” tutur Jojo.

Jojo mengatakan, pada gelaran FGD ini Berdasarkan pada UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, maka setiap K/L diharuskan menyusun sistem perencanaan berjenjang yang dimulai dari perencanaan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek dimana pada setiap rencana mengacu kepada dokumen perencanaan yang ada. “Dengan begitu, perencanaan yang ada saling terkait antara perencanaan pada level nasional sampai dengan perencanaan teknis dimasing-masing KJL. Rencana Strategis (Renstra) Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan tahun 2020— 2024 merupakan dokumen perencanaan untuk Unit Kerja Eselon I Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan untuk periode lima tahun,” katanya.

Dalam penyusunan Renstra, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 bahwa di setiap K/L di akhir masa periode berjalan, wajib menyusun rancangan teknokratik dari Renstra nya masing-masing sebagai masukan bagi RPJMN periode berikutnya. Renstra Balitbanghub tahun 2020-2024 memuat tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi Badan yang disusun dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 serta Renstra Kementerian Perhubungan 2020-2024.

Mengingat pentingnya perencanaan jangka panjang di sektor transportasi dan perkembangan isu strategis yang cepat berubah, maka perlu menetapkan rencana strategis Balitbanghub yang mampu mengakomodir kebutuhan tersebut. “Hal itu mengingat Balitbanghub adalah unsur pelaksana di bidang penelitian dan pengembangan perhubungan yang mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang transportasi,” pungkasnya.

Terpopuler

To Top