Pelajar Pelopor Keselamatan Harus Jadi Agen Perubahan Dalam Keselamatan Lalu Lintas

man-headphones

CN, Jakarta - Kementrian Perhubungan menetapkan Lima pelajar dari berbagai daerah yang terpilih sebagai Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Nasional Tahun 2018. “Para Pelajar Pelopor Keselamatan dan Angkutan Jalan merupakan agen perubahan terhadap lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah untuk sadar terhadap keselamatan berlalu lintas.” Demikian diungkapkan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam sambutannya yang disampaikan oleh Dirbinkes Ditjen Hubdat M.Risal Wasal di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Menurut Budi, para pelajar pelopor keselamatan berlalu lintas harus menjadi teladan bagi masyarakat dalam bertransportasi. “Setelah berakhirnya kegiatan ini hendaknya para peserta dapat melanjutkan aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat untuk berperan aktif dalam program-program keselamatan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dimana peserta berdomisili,” tegas Dirjen Budi.

Dirjen Budi mengatakan, lima pelajar yang terpilih sebagai Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Nasional Tahun 2018 telah berhasil menyisihkan ratusan pelajar dari berbagai provinsi. “penghargaan bukan segala-galanya, tetap lanjutkan semangat untuk menyampaikan pesan keselamatan bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.” Tutur Dirjen Budi.

Dirjen Budi menambahkan bahwa, harus ada komitmen dari semua pihak terkait, dalam melakukan penanganan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan secara komprehensif dengan target untuk menekan tingkat fatalitas terutama jumlah korban meninggal dunia yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas di jalan. “Strategi penanganan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, dilakukan melalui lima pilar yang tertuang dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan yaitu manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, pengguna jalan yang berkeselamatan, dan penanganan pasca kecelakaan.” Jelasnya.

Jumlah peserta Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tahun 2018 terdiri dari 72 orang, yang merupakan perwakilan dari 27 provinsi di Tanah Air.

Berdasarkan hasil penilaian Tim Juri, mereka, para juara tahun 2018 itu adalah Qummas Nazid Yustiary,  dari SMA I Demak, Jawa Tengah. Qummas meriah nilai tertinggi, 83,37 dengan karya tulis, yaitu:  Halilintar , Helm Lalu Lintas Pintar “Solusi Keselamatan Jalan Era Sekarang.” Juara kedua, diraih oleh  peserta pelajar putri asal SMAN 2 Yogyakarta, atas nama Anindya Rafa Putri, dengan nilai 81,32.

Putri mengangkat karya ilmiah dengan judul “Outomatic Traffic Light Timer Using Arduinomemea2650 And Ultratrasonic Sensor”.

Sementara juara ketiga diraih oleh peserta asal SMA Santo Paulus Pontianak, Kalimantan Barat, atas nama Jessica Cornelia Ivanny.

Jessica mengangkat karya ilmiah berjudul “Oplet, Layanan Angkot Online Berbasis Mobile Aplication Untuk Menurunkan Angka Kecelakaan Lalu Lintas.” Karya ini ilmiah ini meraih nilai 80.01  dan berhak meraih juara ketiga.

Untuk Juara Favorit Putra diraih Abdul Wahid Wartabone, dari SMAN 2 Gorontalo. Selanjutnya, Juara Favorit Putri dimenangkan oleh Devina Medy Fidelia Putri P, asal SMAN 3 Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Para juara berhak menerima penghargaan, berupa piala, piagam penghargaan, replika boneka Zeta serta uang pembinaan dari Ditjen Hubdat. Selain itu, para pemenang juga menerima penghargaan masing-masing satu laptop dari PT Jasa Raharja (Persero).

Terpopuler

To Top