Kemenhub Kirim Bantuan Kemanusiaan Gempa Sulteng Melalui Pelabuhan Donggala

man-headphones

CN, Semarang - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan mengarahkan bantuan kemanusian untuk masuk melalui Pelabuhan Donggala. “Langkah ini dilakukan agar bantuan dari para donatur dapat tersebar lebih luas terutama menyasar ke wilayah yang belum mendapatkan bantuan kemanusiaan.” Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, R. Agus H. Purnomo saat pelepasan bantuan kemanusiaan gempa Sulawesi Tengah dari unsur maritim di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Senin (8/10/2018).

Menurut Dirjen Agus, sebelumnya kapal-kapal yang membawa bantuan kemanusiaan gempa Sulawesi Tengah sudah banyak yang masuk melalui Pelabuhan Pantoloan, “dari 3 pelabuhan yang ada di wilayah Sulawesi Tengah yaitu Pelabuhan Pantoloan, Donggala dan Wani kini tinggal Pelabuhan Wani yang belum dapat beroperasi karena kerusakan yang dialami saat gempa bumi terjadi beberapa waktu lalu.” Tuturnya.

Dirjen Agus menjelaskan, hingga pagi tadi, Kapal KM Sumber Rejeki VIII telah sandar di dermaga pelabuhan Donggala yang memuat bantuan berupa air mineral 150 dus, mie instan 30 dus dan pakaian bekas 100 karung. "Sebelumnya, kapal negara kenavigasian yaitu KN. Merak dan KN. Miang Besar juga telah sandar di Pelabuhan Donggala untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan dan membuka jalur evakuasi melalui laut," jelas Dirjen Agus.

Dirjen Agus menambahkan bahwa, pihaknya berupaya agar sarana dan prasarana di Pelabuhan dapat kembali normal dan khusus rencana perbaikan infrastruktur saat ini sedang dilakukan pendataan detail mengenai kerusakan yang terjadi di masing-masing pelabuhan. "Insha Allah, kami akan melakukan yang terbaik untuk mengembalikan fungsi pelabuhan sebagai pintu masuk suatu wilayah di Sulawesi Tengah pasca gempa kemarin. Negara tidak akan tinggal diam dengan adanya musibah tersebut dengan terus bahu-membahu memberikan bantuan kemanusiaan dan mengupayakan perbaikan infrastuktur transportasi laut sesegera mungkin," tegas Dirjen Agus.

Pasa kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas, Ahmad Wahid menjelaskan bahwa, Posko Bantuan Kemanusiaan Bencana Palu-Donggala Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas telah menerima total bantuan kemanusiaan dari masyarakat dan stakeholder sekitar pelabuhan Tanjung Emas berupa bahan makanan, selimut, makanan bayi, dan kebutuhan lain yang dibutuhkan para korban bencana. "Unsur maritim dari Pelabuhan Tanjung Emas ikut berkontribusi meringankan beban Saudara kita di Palu-Donggala yang pengumpulan bantuan telah dibuka sejak hari Kamis minggu lalu," ujar Wahid.

Adapun kontainer berukuran 40 feet yang berisi bantuan ini akan disalurkan melalui jalan darat menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, setelah itu lewat jalur laut melalui kapal Pelni menuju Palu. “Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas juga mengirimkan staf sebanyak 4 (empat) orang untuk mengawal dan menyerahkan bantuan ini langsung ke Posko di Palu.” Pungkas Wahid.

Terpopuler

To Top