Kemendikbud Akan Menggelar Kegiatan Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda

man-headphones

CN, Jakarta-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan memiliki tugas pokok untuk memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia melalui langkah strategis berupa upaya Pemajuan Kebudayaan dalam bentuk Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. 

Sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tersebut, Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya akan melaksanakan kegiatan besar terkait dengan apresiasi negara terhadap objek pemajuan kebudayaan dan sumber daya manusia di bidang kebudayaan melalui Kegiatan Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

"Kegiatan Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia merupakan bentuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tahun 2013 melalui inventarisasi, pengamanan, pemeliharaan, penyelamatan dan publikasi objek pemajuan kebudayaan yang melibatkan Pemerintah Daerah, komunitas dan akademisi," kata Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Nadjamuddin Ramly pada kegiatan Taklimat Media terkait Perayaan dan Penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda 2018 berlangsung di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta , Kamis (4/10).

Lebihlanjut Nadjamuddin berharap kegiatan ini tidak berhenti pada apresiasi terhadap objek pemajuan kebudayaan dan sumber daya manusia di bidang kebudayaan saja, tetapi harus dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis kebudayaan. 

Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia adalah pemberian status Budaya Takbenda menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Menteri berdasarkan rekomendasi Tim Ahli yang meliputi 5 domain sesuai dengan Konvensi 2003 UNESCO tentang Safeguarding of Intangible Cultural Heritage yang telah diratifikasi oleh Indonesia pada tahun 2007 melalui Peraturan Presiden no.78 tahun 2007 tentang Pengesahan Convension for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage dengan domain: 
a.    Tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b.    Seni pertunjukan;
c.    Adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d.    Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e.    Kemahiran kerajinan tradisional. 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sejak tahun 2013-2018 telah menetapkan sebanyak 819 Warisan Budaya Takbenda Indonesia adalah sebagai berikut: 
a.    Tahun 2013 sebanyak 77 karya budaya;
b.    Tahun 2014 sebanyak 96 karya budaya (89 Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan 7 Warisan Budaya Bersama); 
c.    Tahun 2015 sebanyak 121 karya budaya;
d.    Tahun 2016 sebanyak 150 karya budaya;
e.    Tahun 2017 sebanyak 150 karya budaya;

Tahun 2018 usulan yang masuk sebanyak 416 karya budaya. Setelah melalui tahapan seleksi administrasi dan Rapat Penilaian WBTb serta Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang dihadiri oleh 31 Provinsi yang menghasilkan 225 karya budaya untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Tiga Provinsi yang tidak menghadiri Sidang Penetapan WBTb adalah Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara dan Provinsi Papua Barat. Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara tidak mengusulkan karya budaya, sedangkan Provinsi Papua Barat tidak menghadiri Sidang Penetapan, sehingga usulan karya budaya dari provinsi tersebut ditangguhkan.
 
Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Indonesia terdiri atas 15 orang ahli di bidang kebudayaan yang dibentuk dan ditetapkan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Kebudayaan No.287/E.E1/201 dengan wewenang sebagai berikut:
a.    melakukan  kajian atas berkas yang diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat;
b.    menyusun dan menetapkan mekanisme kerja;
c.    melakukan klasifikasi atas kriteria Warisan Budaya Takbenda Indonesia sesuai dengan pedoman pemerintah;
d.    meminta keterangan dari Balai Pelestarian Nilai Budaya, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat yang mendaftarkan budaya takbenda;
e.    melakukan verifikasi budaya takbenda yang akan diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia; dan
f.    merekomendasikan budaya takbenda yang memenuhi kriteria sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia kepada pejabat yang berwenang;

Kriteria substansi dan prioritas yang mendasari penilaian dari Tim Ahli adalah: 
1.    Merupakan identitas budaya dari satu atau lebih Komunitas Budaya;
2.    memiliki nilai-nilai budaya yang dapat meningkatkan kesadaran akan jatidiri dan persatuan bangsa
3.    Memiliki kekhasan/ keunikan/langka dari suatu suku bangsa yang memperkuat jatidiri bangsa Indonesia dan merupakan bagian dari komunitas
4.    Merupakan tradisi yang masih hidup dan memory collective yang berkaitan dengan pelestarian alam, lingkungan, dan berguna bagi manusia dan kehidupan;
5.    WBTb yang memberikan dampak sosial ekonomi, dan budaya (multiplier effect); 
6.    Mendesak untuk dilestarikan (unsur/karya budaya dan pelaku) karena perisitwa alam, bencana alam, krisis sosial, krisis politik, dan  krisis ekonomi;
7.    Menjadi sarana untuk pembangunan yang berkelanjutan; menjadi penjamin untuk sustainable development
8.    Yang keberadaannya terancam punah
9.    WBTb diprioritaskan di wilayah perbatasan dengan negara lain;
10.    Sudah diwariskan lebih dari satu generasi
11.    Dimiliki seluas komunitas tertentu
12.    Tidak bertentangan dengan HAM dan konvensi-konvensi yang ada di dunia
13.    Mendukung keberagaman budaya dan lingkungan alam.

Tahap akhir dari Kegiatan Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia adalah Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang akan disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy kepada Gubernur Seluruh Indonesia pada hari Rabu, 10 Oktober 2018 pukul 19:00 WIB bertempat di Gedung Kesenian Jakarta.

Terpopuler

To Top