Perlu Peran Semua Pihak Dalam Mengatasi Masalah Miras Oplosan Yang Merusak Generasi Bangsa

man-headphones

CN, Jakarta - Pengamat sosial Mintarsih A. Latif meminta aparat penegak hukum agar tegas dalam menindak orang-orang yang terlibat kasus minuman keras (miras) oplosan dan para pelaku agar diberi hukuman maksimal dan tidak ditolerir sedikitpun.

Menurutnya, kasus miras oplosan merupakan kasus lama yang kemudian muncul kembali dengan modus baru. Mirisnya, para pengguna miras oplosan adalah para remaja usia produktif.

"Sedikitnya hingga saat ini tercatat 82 orang tewas akibat menenggak minuman keras oplosan di beberapa wilayah di Jakarta dan Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 51 tewas di Jabar, yakni di Kabupaten Bandung dan Sukabumi. Sementara di Jakarta ada 31 orang tewas," ungkap Mintarsih di Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Lebih lanjut Mintarsih mengatakan ada beragam motif yang mendorong orang melakukan tindakan berisiko seperti menenggak miras oplosan. Fenomena konsumsi miras oplosan ini merupakan fenomena sosial.

"Pelaku konsumsi miras oplosan bisa dipengaruhi oleh sejumlah alasan. Namun, yang kerap menjadi alasan adalah adanya depresi. Hal ini misalnya karena adanya permasalahan ekonomi. Ketika tuntutan ekonomi semakin tinggi dan lapangan pekerjaan semakin sulit atau malah tidak tersedia," tuturnya.

Mintarsih menegaskan untuk memperbaiki kondisi tersebut perlu peran seluruh pihak. Dari masyarakat sendiri perlu dilakukan edukasi. Sementara dari seluruh pemangku kepentingan perlu menciptakan kondisi sosial yang tidak menyebabkan depresi. Dari sisi penegakkan hukum, aparat pun perlu melakukan pengawasan dan menindak tegas pelaku pengedar miras oplosan.

 

Terpopuler

To Top