Polri Tingkatkan Pengawasan Terhadap Medsos Yang Menyebarkan Hoax

man-headphones

CN, Jakarta - Mabes Polri meningkatkan pengawasan terhadap media sosial (medsos) yang menyebarkan informasi tanpa fakta (hoax).

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto mengatakan jika jumlah hoax terkait dengan ujaran kebencian atau hate speech menurun dalam beberapa waktu terakhir, hal ini terkait telah diringkusnya kelompok penyebar isu-isu provokatif Muslim Cyber Army (MCA). Namun, Polri mengendus adanya hoax lain yang jumlahnya semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

"Hoax yang meningkat tajam adalah hoax terkait isu pangan, khususnya berita terkait telur palsu yang viral di medsos," kata Setyo Wasisto saat acara talkshow Forum PROMOTER 'Polri Serius Tangani Hoax' di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Lebih lanjut Setyo Wasisto mengungkapkan untuk mengatasi berita hoax terkait telur palsu ini, ia meminta Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk menyelidiki penyebar berita hoax tersebut.

Setyo pun memaparkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menunjukkan 130 juta pengguna internet di Indonesia. Namun hanya 30 persen menggunakan medsos dengan baik.

Forensik Polri bisa memunculkan kembali jejak digital yang terhapus. Untuk itulah dibentuk Direktorat Siber Bareskrim, Direktorat Keamanan Khusus di Baintelkam dan Biro Multimedia di Divisi Humas yang bertugas mengawasi konten negatif dan hoax di media sosial.

Acara Talkshow Forum PROMOTER ini juga dihadiri Anggota Komisi III DPR RI, Akbar Faisal, Kasubnit V Subdit III Direktorat Siber AKP. Bayu Hernanto, Direktur Layanan Informasi Internasional Ditjen KIP Selamatta Sembiring.

Terpopuler

To Top