Petugas Kantor Imigrasi Bandata Sutta Bongkar Upaya Penyelundupan Manusia

man-headphones

CN, Tangerang - Petugas Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta membongkar adanya upaya penyelundupan manusia oleh warga negara asing (WNA) kesejumlah negara di kawasan Eropa, "selama september ini terdapat 16 orang yang sudah diamankan, dan yang terakhir adalah 5 orang warga negara asing dari Srilanka." Demikian diungkapkan Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Enang Syamsi, di kantornya, Senin (9/10/2017).

Menurut Enang, saat ini kasus-kasus yang menonjol dan sudah mulai jadi tren adalah kasus penyelundupan manusia ke indonesia yang melibatkan sindikat internasional, "dari 16 kasus, 10 sdh P21, dan dalam waktu dekat seluruhnya sudah di P21," katanya.

Enang menjelaskan, para WNA asal Srilanka ini hendak berangkat ke Eropa dari Indonesia menggunakan paspor Malaysia yang asli namun bukan milik mereka. "Mereka datang menggunakan paspor asli Srilanka, datang ke Indonesia paspornya dihancurkan, lalu pakai paspor Malaysia untuk ke negara-negara di Eropa," jelas Enang.

Di Malaysia, mereka menemui sindikat penyelundupan manusia dan mengambil paspor Malaysia yang hilang dari pemilik aslinya, dengan memanfaatkan kemiripan wajah, lalu terbang ke Indonesia.

Sesampainya di Indonesia, para pelaku menghancurkan paspor Srilanka, kemudian berencana terbang ke Eropa memakai paspor Malaysia yang bukan milik mereka. Berdasarkan informasi yang dihimpun sementara, sindikat penyelundupan manusia memanfaatkan paspor-paspor asli yang hilang lalu mencari warga negara lain dengan etnis dan kemiripan wajah dengan orang kebanyakan di Malaysia untuk diselundupkan. "Mereka direkrut untuk sindikat dengan kemiripan-kemiripan wajah. Ada etnis dan suku tertentu yang mirip dengan mereka yang dari Bangladesh, Nepal, Srilanka. Itu kan bertetangga," jelas Enang.

Enang juga menambahkan bahwa, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia untuk mengembangkan kasus ini. "Sampai hari ini, belum ditemukan adanya keterlibatan atau peran warga negara Indonesia dalam kegiatan sindikat penyelundupan manusia tersebut." Tegas Enang.

Terpopuler

To Top