Hak Pakai Belum Habis, Kios Blok F Pasar Tanah Abang Dijual

man-headphones

CN, Jakarta - Sejumlah pedagang Blok F Lama Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat kecewa mendapati kios-kios milik mereka dijual atau disewakan oleh pihak pengelola pasar Tanah Abang kepada konsumen (pedagang). Sebab status kios masih dalam proses hukum di pengadilan. Dengan demikian kios-kios yang disengketakan tersebut berada dalam status quo yang berarti tidak diperkenankannya adanya tindakan apapun terhadap kios-kios yang bermasalah (sengketa).

Juru bicara Pedagang Blok F lama Pasar Tanah Abang, Marjoni (50) menjelaskan bahwa kios miliknya dan pedagang lain yang berada di Blok F pasar Panah Abang berstatus quo karena masih dalam proses perkara di pengadilan. Namun belakangan kios-kios tersebut telah berpindah tangan, baik dengan cara membeli secara kas ataupun sewa dengan pembayaran  senilai Rp 28, juta rupiah per triwulan hingga Rp 54 juta rupiah selama setahun.

Sementara alasan pihak management PD Pasar Djaja menganggap para pemilik kios tersebut tidak sanggup melunasi cicilan biaya revitalisasi dan sudah melewati batas masa pemakaian. Disisi lain kekalahan gugatan para pemilik yang sebelumnya telah diajukan ke Pengadilan Negeri dinilai sudah selesai. Padahal sebagian pemilik Kios lainnya juga masih dalam proses pengajuan gugatan secara individual ke PTUN.

Sebagian pemilik kios juga mengaku mendapat ancaman berupa pengambilan alihan kios (dijual kepihak lain) apabila tidak membayar biaya perpanjangan Hak Pakai Tempat Usaha (HPTU) yang semula berakhir hingga 2024 diubah/diperpanjang menjadi hingga 2034. Itupun tanpa pemberitahuan (sosialisasi) untuk masalah harga dan rencana perpanjangan HPTU. Sebelumnya perpanjangan HPTU tidak dikenakan biaya. 

Pihak PD Pasar Djaja dalam melaksanakan revitalisasi menurut pedagang (pemilik kios pemegang HPTU) seharusnya bisa melakukannya tanpa harus membebankan kepada pedagang secara besar-besaran, cukup dengan biaya service charge.

"Dana sebesar Rp 270 juta/m dikalikan 1.350 kios yang ada dan biaya perpanjangan HPTU dikemanakan?," ujar juru bicara pedagang Pasar Tanah Abang Blok F lama, Marjoni usai bertemu dengan pihak management PD Pasar Djaja Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, Senin (25/9/2013).

Saat ditelusuri ke sejumlah pemilik kios, umumnya juga mengakui keberatan dengan biaya revitalisasi dan perpanjangan HPTU, namun terpaksa harus menyetor cicilan agar tetap bisa berdagang didalam kios ketimbang membuka lapak dipinggiran jalan. Padahal kondisi pasar di Blok F lama begitu sepi karena letaknya yang berada didalam (belakang).

Para pedagang juga nyaris putus harapan dengan berbagai upaya hukum dan audiensi dengan berbagai instansi terkait yang telah dilakukan untuk memperjuangkan nasib mereka tidak juga membuahkan hasil.

"Berbagai upaya hukum sudah kami tempuh, surat aduan dan laporan ke Gubernur Jokowi (sebelum pilgub Jakarta berlangsung), KPK, Komisi Ombudsman, dan Presiden sudah pernah kami lakukan tapi tetap saja kami dikalahkan dan belum juga ada tanggapan serta jalan keluarnya sampai detik ini," ungkap Marjoni.

Terpopuler

To Top