Mintarsih; Saya Tidak Akan Menyerah Perjuangkan Haknya Apapun Hasil Sidang

man-headphones

CN, Jakarta - Mintarsih A latif selaku sebagai salah satu pemilik saham dan sebagai pihak penggugat akan menghadiri sidang lanjutan perkara kepemilikan saham PT. Blue Bird Taxi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/8/2017) dengan agenda pembacaan putusan hakim.

Mintarsih mengatakan selaku pemegang saham Blue Bird, dirinya memiliki hak atas saham PT Blue Bird sebesar 20 persen, dilarang oleh Purnomo selaku direktur operasional. "Tindakan Purnomo melarang mengelola perseroan adalah tindakan sepihak," kata Mintarsih, di Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Mintarsih mengungkapkan, PT. Blue Bird Taxi telah banyak melakukan penyimpangan-penyimpangan yang belum terungkap. Dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas, Blue Bird yang masih menggunakan UU Perseroan Terbatas tahun 1995 rupanya tidak menyesuaikan dengan UU Perseroan Terbatas tahun 2007. Padahal hal itu sudah diatur dalam surat Kementerian Hukum dan HAM Nomor 9934 Tahun 2012 dan Nomor 1150 Tahun 2013 tentang perseroan terbatas.

"Kuat dugaan Blue Bird melawan hukum dan ilegal. "Selama 17 tahun, Blue Bird juga tidak pernah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan tidak ada pula laporan keuangan yang disampaikan kepada para pemegang saham. padahal selama 17 tahun pula keuntungan terus mengalir sehingga membuat para pengelolanya kaya raya," ungkap Mintarsih.

Menurut Mintarsih, PT Blue Bird Taxi dituding ilegal, karena tak terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM. Perusahaan itu baru dinyatakan terdaftar, pasca diperbaiki menjadi PT Blue Bird setelah 17 tahun lamanya.

"Saya tidak akan pernah menyerah memperjuangkan hak-hak saya, apapun hasil putusan persidangan nanti," tegasnya.
 

Terpopuler

To Top